Omprengan, Pahlawan yang Dilarang

Januari 3, 2008 at 2:23 pm 5 komentar

Gara-gara sering pulang terlalu malam (jam 22.30 ke atas) dari kantor, terpaksa ku memilih sarana transportasi ini, dia adalah omprengan. Karena pada jam segitu angkutan umum seperti BUS sudah mulai langka. Malah bisa jadi sudah tidak ada. Dalam seminggu (5 hari kerja) bisa 3 sampai 4 kali naik omprengan.

Omprengan adalah sarana transportasi berupa kendaraan pribadi yang tidak memiliki ijin trayek tapi tetap digunakan untuk mengangkut penumpang umum. Keberadaan omprengan sangat menggangu para awak angkutan umum karena dapat mengurangi pendapatan mereka. Omprengan merupakan sarana angkutan umum ilegal. Biasanya omprengan beroperasi pada waktu-waktu dimana kendaraan umum sudah mulai jarang, yaitu malam hari. Tidak di semua tempat kita dapat menjumpai omprengan, hanya di tempat-tempat tertentu saja yang merupakan tempat transit yang ramai seperti CAWANG UKI dan KOMDAK (POLDA Metro Jaya).

Bagi para awak angkutan umum, omprengan merupakan musuh besar karena mereka harus bersaing dalam mencari penumpang yang akan berimbas kepada berkurangnya pendapatan mereka. Namun dari sisi pengguna transpotasi umum (penumpang), keberadaan omprengan bagaikan munculnya pahlawan di malam hari, yang akan menolong mereka dari sulitnya mencari angkutan untuk pulang ke rumah. Sekarang tinggal dari sisi mana kita memandang omprengan. Omprengan menjadi musuh bagi awak transportasi umum, tapi menjadi pahlawan bagi orang yang beraktivitas di malam hari. Musuh atau Pahlawan? Pahlawan atau Musuh? Terserah!!!

Entry filed under: Catatanku. Tags: .

Tahun Baru, Momentum Perubahan Diri Nasi Uduk Semur Jengkol

5 Komentar Add your own

  • 1. syafriadi  |  Januari 4, 2008 pukul 3:00 am

    makanya rong, motor barunya dibawa kekantor dong…
    sapa tau lo ga telat dateng lg kyk hari ini😛

    Balas
  • 2. Neo Fortynine  |  Januari 4, 2008 pukul 8:25 am

    Oh, biasalah… persaingan jasa angkutan umum

    Balas
  • 3. duns  |  Januari 8, 2008 pukul 6:53 am

    pulang dari kantor jm 22.30 ke atas??? pasti ketiduran ya😀
    sbnrnya klo jam terbang omprengan setelah jam terbang angkutan umum ga masalah kali ya, yaahh…lumayan tuh buat nambahin bayar cicilan mobil he.he😉

    Balas
  • 4. Hedwig™  |  Februari 8, 2008 pukul 3:53 am

    Pulang setengah sebelas,, berangkat lagi jam berapa ?

    Balas
  • 5. zaenal  |  Juli 21, 2008 pukul 5:39 am

    eh.. sebenarnya tidak bisa begitu saja mengklaim bahwa omprengan adalah pahlawan, karena seperti juga software, omprengan adalah software bajakan. masa sih mau pintar pake yang bajakan terus, ntar orang Indonesia ga’ ada yang mau bikin software dong, daripada dibajak, trus pintarnya ngebajak bukan ngebikin.
    waktu kuliah dulu saya sering pulang ke tangerang jam 10 malam selalu naik omprengan karena ga’ ada yang genuine alias legal. nah kalau karena sudah tidak ada lagi angkum terpaksa deh naik yang ilegal, itu baru omprengan disebut pahlawan. kalau omprengan nariknya siang hari berbarengan dengan angkum resmi menurut saya itu bukan pahlawan lagi tapi penjarahan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bulan Ini

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Mas Ersis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Planet Ilkomerz 39

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kunjungan

  • 61,204

%d blogger menyukai ini: