Indonesia dijajah India

November 9, 2007 at 1:42 am 19 komentar

Dalam sejarah perjalanan negeri ini, Indonesia sudah beberapa kali dijajah oleh bangsa asing. Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang adalah negara-negara yang telah mencatatkan dirinya sebagai bangsa penjajah Indonesia. Penjajahan yang dilakukan adalah penjajahan secara fisik. Namun berkat usaha, semangat, kesatuan, dan tentunya keridhoan ALLAH SWT bangsa ini dapat melepaskan diri dari jeratan bangsa-bangsa penjajah pada tanggal 17 Agustus 1945.

Namun saat ini penjajahan berubah bentuk dari penjajahan fisik ke bentuk non fisik yg terkadang tidak kita sadari. Saat ini bangsa kita dijajah secara ekonomi oleh bangsa lain. Ideologi dan budaya kita pun dijajah oleh bangsa lain. Karena terlalu banyak bentuk penjajahan terhadap bangsa ini, tulisan ini akan dipersempit kepada penjajahan melalui media televisi, khususnya sinetron. Mengapa masalah ini? Karena akhir-akhir ini saya menyadari bahwa kandungan dari sinetron tidak ada. Yang ada hanyalah sebuah tontonan tidak bermutu yang dapat meracuni masyarakat.

Sinetron adalah sebuah tontonan yang mengajak masyarakat kita untuk berkhayal. Seperti kita ketahui bersama, masyarakat kita sebagian besar adalah golongan menengah ke bawah. Dan golongan ekonomi atas hanya bagian minoritas yg jumlahnya sangat kecil. Namun hampir semua sinetron isinya adalah kehidupan mewah yg serba berlebihan, glamor, foya-foya, dan lain sebagainya. Sinetron jarang sekali mengangkat kehidupan riil yang ada pada masyarakat kita.

Sinetron adalah tontonan yg tidak mendidik. Isi dari sinetron tidak lebih hanya masalah-masalah yang laku dijual kepada masyarakat, seperti pergaulan bebas, narkoba, hamil diluar nikah, perselingkuhan, perceraian, dan lain-lain. Yang kesemuanya itu diangkat bukan untuk mendidik masyarakat, tapi memberikan suatu wacana kepada masyarakat bahwa hal-hal tersebut adalah sesuatu yang wajar untuk masa kini.

Panjang episode sinetron fleksibel sesuai dengan respon masyarakat. Jika sinetron tersebut mendapat respon yg baik dari masyarakat, maka ceritanya akan dibuat menjadi mulur. Dan akibatnya sinetron itu bukan hanya sekedar berepisode, tapi berjilid-jilid kayak buku-buku kuliah. Contoh yang paling parah adalah sinetron Tersanjung. Jika tidak salah, sinetron ini sampai dengan jilid 6. Akhirnya sampai ganti judul menjadi Tersayang. Contoh lainnya pun masih banyak, tapi saya lupa judulnya. :hammer:

Isi cerita sinetron benar-benar tidak kreatif. Banyak yg meniru cerita-cerita yg sudah ada, dan ada juga yg meniru dari sesama sinetron Indonesia. Inilah yang benar-benar kebangetan. Isi ceritanya sama, hanya pemain dan stasiun televisinya saja yang berbeda. Judul kedua sinetron ini saya lupa. Yang jelas salah satunya disiarkan di RCTI dan satunya lagi di Indosiar. Yang di RCTI dibintangi Mulan Kwok dan Baim Wong sebagai pemeran utama. Yang sama parahnya adalah sinetron Kasih yang saat ini disiarkan di RCTI, isinya benar-benar sama dengan sinetron Wulan yang disiarkan oleh RCTI juga. Bintang2nya pun hampir semuanya sama. Jadi dapat dikatakan sinetron Kasih adalah Wulan yang dikemas ulang. Kalau barang elektronik istilahnya Rekondisi atau Refurbish.

Meskipun banyak alasan diatas yang membuat kita untuk tidak menonton sinetron, tapi masyarakat kita masih belum dapat meninggalkannya. Meskipun mereka terkadang benci karena isi ceritanya yang STANDAR (hampir semua sinetron sama), melewatkan sinetron adalah hal yg lebih mereka benci. Inilah bentuk penjajahan terhadap bangsa ini melalui sinetron. Dan tahukah anda siapa saja kah yg berada dibalik sinetron2 tersebut? Mereka adalah Punjabi bersaudara. Mereka telah menguasai hampir seluruh tayangan sinetron yg ada di layar televisi. Mereka itulah para penjajah dari India yang ada di negeri ini.

Dari sebagian besar sinetron Indonesia yg tidak bermutu, ada pula sinetron yang menurut saya memiliki kandungan cerita yang lebih berbobot dan lebih riil. Sinetron tersebut antara lain: Satu kakak tujuh ponakan, Kiamat sudah dekat, dan Para pencari tuhan. Sinetron2 yang seperti inilah yg layak ditonton oleh masyarakat kita.

Dah kepanjangan nih nulisnya, ntar takutnya jadi pada males baca. Mending komentar aja deh. Ada yang mau komentar?

Entry filed under: Catatanku. Tags: , , .

Panggil Aku KELIK SUKA vs MURAH

19 Komentar Add your own

  • 1. duns  |  November 9, 2007 pukul 2:14 am

    dgr2 lg banyak kerjaan nech??kok bisa nulis sebanyak ini sech??
    he.he.he, well bicara ttg sinetron di negeri kita memang sangat mengecewakan dan tull..betul..sebagian besar tdk mendidik dan tdk mencerdaskan bangsa.

    klo pun ada yg lumayan itu jg hasil jiplakan film jepang ato korea..fiuuuhhh..capedegh..kga ada kreatif2nya pisan!!!

    kyna bang Deddy Mizwar harus ekstra kerja keras nech u bikin film2 yg bermutu coz cuman film2 doi aja yang ada muatan nilai2 yg mengarah pd kebaikan

    Balas
  • 2. wishbeukhti  |  November 9, 2007 pukul 2:25 am

    setuju bangeeettt…
    apalagi cerita sinetronnya kebanyakan gak berbobot.. isinya rebutan pacar, rebutan harta, de el el
    ngabisin energi aja😀

    hanya sebagian kecil banget saja sinetron yg mendidik.. kayak yg disebutin diatas.. PPT, dsb

    apalagi sekarang jam prime time susah banget nyari tontonan tv yang bukan sinetron😦
    hampir semua tv pada nayangin sinetron😦
    jadinya gak jadi nonton tv … hehe

    Balas
  • 3. nunakelam  |  November 9, 2007 pukul 4:03 am

    woi.. bukan dijajah india doank kaleeee
    dijajah korea juga… dijajah jepang aja
    masih… ahaha.. kyaknya bentar lagi,
    bakal dijajah malaysia niy… ampun!
    ITULAH INDONESIAAAAA….
    indonesia tanak airku…
    aku berjanji padamu…
    menjunjung tanah aiiiir ku,
    tanah airku INDONEISAAAAA…
    tuh kan… jadi nyanyi deh gw..

    Balas
  • 4. vivie  |  November 9, 2007 pukul 6:44 am

    huahaha
    Kocak lo Lan

    Balas
  • 5. sundoro  |  November 9, 2007 pukul 11:46 am

    @duns
    Klo untuk nulis tetep disempetin donk.
    Meski itu tengah malem.

    Bener bgt Mba, kyknya butuh byk Deddy Mizwar buat ngerubah wajah sinetron Indonesia. Jd gak sebatas mementingkan keuntungan,tp juga mendidik masyarakat.

    @wishbeukhti
    Wahaha….sampe gak nonton tipi ya Mbak. Klo tipinya gak dipake, saya siap menampungnya koq😀

    @nunakelam
    Dalam hal ini kan yg dibahas Sinetron, dan mayoritas sinetron yg ada adalah produk Punjabi Group. So, sama aja dijajah sama India.

    @vivie
    vie, disini bebas nyanyi koq kyk Mulan😛

    Balas
  • 6. benbego  |  November 12, 2007 pukul 1:08 am

    indon jagonya niru. apa aja dicoba, disama-samain. padahal film dari luar belum tentu cocok ma orang kita.
    India hebat juga ya! Bill Gates aja kalah. katanya orang terkaya didunia bukan bill gates lagi, tapi orang india. tau sapa? lupa😀

    Balas
  • 7. nunakelam  |  November 12, 2007 pukul 5:59 am

    hah..? maksud lo apa c LIK?
    maksud gw dijajah korea juga,
    soalnya [sebagian] masyarakat
    kita juga emang lebih suka nonton
    drama2 korea.. or japan.. [gitu loh…]

    dan @duns, pernyataan lo yang ini:
    klo pun ada yg lumayan itu jg hasil jiplakan film
    jepang ato korea..fiuuuhhh..capedegh..kga ada
    kreatif2nya pisan!!!

    hasil jiplakan nya aja masih jelek!
    [kalo menurut gw siy.. jauh!]

    Balas
  • 8. nunakelam  |  November 12, 2007 pukul 8:24 am

    hey kelik..
    link gw donk di blogroll lo…
    thanks anyways!

    Balas
  • 9. Iman  |  November 13, 2007 pukul 1:06 am

    Link di blogroll diganti donk ke http://iman.web.id , thank you🙂

    Balas
  • 10. sundoro  |  November 13, 2007 pukul 2:46 am

    @nunakelam
    Pendapat orang memang beda-beda, so….santai aja berpendapat.😀

    @nunakelam dan Iman
    Requestnya akan segera di followUp

    Balas
  • 11. raffaell  |  November 13, 2007 pukul 2:08 pm

    yesss, me also…
    I really hate sinetron, khususnya yang punjabi punjabi ituh… kaga jelas ceritanya, cinta cintaan, masih mendingan karya bangsa, kayak kiamat sudah dekat…

    zzz

    Balas
  • 12. duns  |  November 14, 2007 pukul 2:05 am

    @nunakelam
    iye bener emang jiplakannya jauh beda bgt sangat sama aslinya (Korea n jepang) tapi..dihargai dikit lah usahanya ga papa kan kata “lumayan” ??

    maap lik,numpang yak ^_^

    Balas
  • 13. nuna  |  November 14, 2007 pukul 2:25 am

    sorry deh gw gak santai…
    abiz sebel banget gw sama
    sinetron indonesia…

    ya kalo emang ngejiplak,
    kenapa siy gak bilang..
    dikasih tau kalo itu tuh
    hasil jiplakan gituuu…

    eh.. ini malah diem2 aja..
    seolah2 emang ide mereka..
    aneh gak tuh… JUJUR dunk!

    Balas
  • 14. sundoro  |  November 14, 2007 pukul 2:58 am

    @raffaell
    Wah, ternyata byk jg yg sependapat ama gw.
    Mang sinetron indonesia, secara garis besar
    gak ada kreatip-kreatipnya

    @duns
    Gpp koq numpang, yg penting jgn numpang
    berantem, buang hajat, deelel😀

    @nuna
    Yg penting jgn ampe berantem di blog gw ya?😛

    Balas
  • 15. nuna  |  November 14, 2007 pukul 4:36 am

    loh LIK.. maksud lo gw berantem
    sama siapa siy..?
    gw kan cuma mengkritik sinetron
    indonesia.. berantem sama siapa?
    sama sinetron?

    Balas
  • 16. meena  |  November 16, 2007 pukul 3:14 pm

    sinetronnya bener2 membodohi masyarakat! seperti sinetron kasih yang lagi tayang di RCTI or Wulan waktu itu…
    Dimana2 anak yang lahir di luar nikah itu… bapaknya tidak punya hak apapun atas anak itu…
    eh… ini malah bilang negara kita menganut sistim ayah yang lebih berhak atas anak itu… huh yang ada anak di bawah umurpun pada saat orang tuanya cerai padahal menikah resmi, mereka ikut ibunya…

    Balas
  • 17. varendy  |  November 21, 2007 pukul 3:29 am

    nimbrung ah, satu lagi acara yang niru india, seleb dance, buktinya pemenangnya malah dikasih trip gratis buat nari di india. ck ck ck.

    a comment by varendy.worpress.com

    Balas
  • 18. sundoro  |  November 28, 2007 pukul 2:43 am

    @nuna
    Gak brantem ama sapa2 koq, intinya ngomen jgn pake emosi ya….
    keep smile😀

    @meena
    waduh bu, klo soal hukum itu saya blum tau.
    Tp klo soal ketidakkreatifan sinetron Indonesia saya tau bgt. Dua judul sinetron yg disebutin di atas kan sinetron yg sama dengan jalan cerita yg sama. Yg beda cuma judulnya dan beberapa pemerannya aja.

    @varendy
    mang ikutan seleb dance juga ya?😛

    Balas
  • 19. Hendry  |  Januari 7, 2008 pukul 1:02 pm

    pada dasarnya gw sepakat tentang rusaknya sinetron indonesia. dan setau gw udah banyak juga kritik senada, beberapa agak pedas, yang ditujukan terhadap sinetron2 kek gitu.

    herannya, apa produser2 itu gak denger? gak baca?

    menyebalkan.

    lalu kawan, apa langkah kita selanjutnya?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bulan Ini

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

RSS Mas Ersis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Planet Ilkomerz 39

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kunjungan

  • 61,204

%d blogger menyukai ini: