PETASAN, PENYAMBUTAN ATAU PENGUSIRAN

September 6, 2007 at 2:03 am 3 komentar

Aku teringat suasana saat pernikahan kakakku akhir pekan lalu. Saat rombongan keluarga ku tiba di tempat keluarga calon mempelai wanita, kami langsung disambut dengan petasan-petasan yang dinyalakan. Suara petasan pun tak hentinya hilang dari pendengaran ku. Seperti itulah salah satu contoh bentuk penyambutan yang dilakukan suku Betawi pada saat acara pernikahan, disamping acara-acara penyambutan lainnya.

Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah: Petasan merupakan bentuk penyambutan atau pengusiran? Sebagian orang merasa terganggu dengan bisingnya suara ledakan petasan. Bisa jadi kesan yang muncul bukanlah penyambutan, tapi malah pengusiran. Bukan hanya itu, jika seseorang memiliki penyakit jantung akan berbahaya mendengarkan suara ledakan-ledakan dari petasan. Alhamdulillah pada acara pernikahan kakakku tidak muncul korban perasaan jiwa.

Dari sisi lain, suara ledakan-ledakan petasan dapat menimbulkan suasana ramai, sehingga dapat memeriahkan suasana. Dan sebagian orang pun dapat menikmati acara tersebut.

Jadi peran petasan sebagai bentuk penyambutan atau kah bentuk pengusiran tergantung dari sisi mana kita memandang. Jika kita melihat dari sisi efek suara ledakan petasan yang mengganggu, maka petasan merupakan bentuk pengusiran. Tapi jika kita lihat dari ramai dan meriahnya acara ketika petasan dinyalakan, maka petasan merupakan bentuk penyambutan. Itu terserah anda, dari sisi manakah anda memandang.

Catatan:
1. Tulisan ini tidak ada motivasi sedikit pun untuk mengkritik budaya menyalakan petasan pada saat pesta pernikahan di suku Betawi. Saya hanya coba memandang suatu hal secara objektif.
2. Petasan merupakan barang yang berbahaya dan dilarang oleh POLISI. *tengok kanan kiri* Gak ada POLISI kan? Jangan laporin kakak ku ya.
😀

Entry filed under: Catatanku. Tags: .

Sekilas Roti Buaya Darat Search Column In Database

3 Komentar Add your own

  • 1. duns  |  September 6, 2007 pukul 3:33 am

    Ehm…klo petasan pas pesta pernikahan di Betawi emang udah ga aneh kalee,..kebetulan jg suka ngeliat klo Sodara nikahan di Jakarta, seru sebenernya…cuma aga bahaya jg kali ya…

    Lebih seru lg klo ada bales2an pantun sambil bergaya kya bang pitung..wah..lebih rame lg tuch..

    Balas
  • 2. Setya  |  September 7, 2007 pukul 8:01 am

    Disambu(i)t pake petasan

    Balas
  • 3. sundoro  |  September 7, 2007 pukul 12:44 pm

    @duns

    Sayang acara adat Betawi gak dipake 100%. Jd gak ada adu pantunnya.😦

    @setya

    kamsud lo?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bulan Ini

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Mas Ersis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Planet Ilkomerz 39

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kunjungan

  • 61,204

%d blogger menyukai ini: