Benarkah Perokok = Kafir?

Agustus 30, 2007 at 5:13 pm 15 komentar

Astagfirullah…..karena sangat berbahayanya rokok terhadap diri kita, sampai-sampai kalengkrupuk berani mengatakan bahwa Muslim Perokok=KAFIR™. Benarkah itu?

Memang rokok merupakan suatu barang konsumsi yang berbahaya bagi kita (perokok aktif maupun pasif). Hal ini bukan merupakan rahasia lagi, karena penelitian tentang akibat buruk dari rokok telah diteliti sejak lama dan hasilnya pun membuktikan bahwa merokok dapat merusak tubuh. Mungkin hampir setiap saat kita melihat peringatan akan bahaya rokok yang terpampang di kotak rokok, layar televisi, hingga ke billboard besar yang berdiri tegak di pinggir jalan. Oleh sebab itu merokok diharamkan, karena dapat merusak tubuh. Segala sesuatu yang sifatnya merusak tubuh, diharamkan dalam ISLAM. Maka jelaslah bahwa merokok adalah suatu perbuatan haram. Oke, sampai disini saya setuju bahwa merokok diharamkan oleh ISLAM. Meskipun saya tergolong bukan perokok, tapi dalam menilai ini saya mencoba untuk objektif.

Lalu apakah kita bisa menyimpulkan bahwa jika seorang muslim melakukan suatu perbuatan yang diharamkan berarti dia tergolong kepada kafir? Bisa kah anda menjawab? Apa pun jawaban anda, saya memiliki jawaban sendiri mengenai hal ini. Saya tidak setuju jika seorang muslim perokok dikatakan kafir. Karena tidak mudah mengkafirkan (takfir) seorang muslim. Tidak hanya karena merokok lantas kita dapat mengatakan bahwa dia adalah kafir. Selama orang tersebut masih mengimani ALLAH SWT dengan dua kalimat syahadat, maka ia berhak atas predikat sebagai seorang muslim dan hak-haknya sebagai seorang muslim terjaga.

Lebih bahaya lagi jika kita telah menuduh seorang muslim kafir karena ia merokok, dan ternyata ALLAH SWT tidak menggolongkannya kepada orang kafir. Maka orang yang menuduh si perokok itu kafir, akan ditimpakan kekafiran akibat tuduhannya tersebut. Naudzubillah min Dzalik. Moga kita tidak termasuk orang yang suka mengkafirkan orang lain.

Entry filed under: Catatanku. Tags: .

KOQ LIFTNYA GAK JALAN Sekilas Roti Buaya Darat

15 Komentar Add your own

  • 1. Kopral Geddoe  |  Agustus 30, 2007 pukul 7:13 pm

    Anu, mungkin mas/mbak baru mulai baca-baca di WordPress Indonesia… Tulisan mah Guh itu memang sering bercanda seperti itu. Jangan terlalu dianggap serius:mrgreen:

    *udah lama nih ga ada yang ‘ketipu’ kayak gini😆 *

    Balas
  • 2. LeftClick  |  Agustus 31, 2007 pukul 1:38 am

    Kelik, beda kafir dan islam kan cuma sholat😀

    Balas
  • 3. sundoro  |  Agustus 31, 2007 pukul 2:35 am

    @leftClick
    Beda kafir sama muslim malah lebih sederhana lagi.

    Dua kalimat syahadat……itu yang gw tau.
    Syarat pertama orang masuk ISLAM

    Balas
  • 4. Guh  |  Agustus 31, 2007 pukul 2:42 pm

    selama masih mengimani Allah SWT, meski dia meledakkan bom dimana-mana, meski dia membunuhi orang-orang tak bersalah, meski dia mengajarkan faham terror dan menyiapkan ribuan amrozi, meski dia merokok dan menghembuskan asapnya pada seorang ibu hamil….. hak-haknya akan tetap terpenuhi???

    Hehe… ya terserah, saya juga bukan tuhan sih. Mungkin kita ga butuh stempel kafir-kafiran gitu, tapi karena saya lihat orang kita meletakkan agama begitu tinggi, kadang sampai diatas tuhan, maka kafir-kafiran itu sengaja saya pakai dengan tujuan menyentil kesadaran orang atas perintah tuhan (TUHAN/ ALLAH/4JJ1/apapun deh).

    Btw, anda sendiri lebih suka menyebut para pembangkang ini–yang sudah jelas dilarang merusak tapi tetap merusak–sebagai apa? Mungkin ada istilah lain yang lebih nyaman? Btw lagi, merokok juga kah?

    Balas
  • 5. Guh  |  Agustus 31, 2007 pukul 2:48 pm

    eh, maaf, salah ketik tadi, maksud saya “hak-haknya akan terjaga oleh Allah?”

    Dan sambil mengetik ini saya baru sadar kalau saya yang bodoh, ternyata yang dimaksud hak itu juga luas ya, termasuk hak untuk mendapat hukuman dan siksa yang pantas :)) hihi, maaf… maafkan saya sudah tidak mengerti dan nyampah.

    Kapan-kapan bahas tentang kafir dong, itu apa sih sebenernya?

    Balas
  • 6. sundoro  |  September 3, 2007 pukul 2:39 am

    Istilah kafir untuk menyentil orang-orang yang tidak menjalankan perintah Allah bukanlah merupakan ide yang bagus. Karena hak untuk itu merupakan hak Allah SWT.

    Teringat kisah seorang sahabat nabi. Ketika itu sedang terjadi perkelahian dia dengan seorang kafir dan Ia membunuhnya, padahal kafir itu telah mengucapkan dua kalimat syahadat. Rasulullah SAW menegur sahabat itu. Karena walaupun kita belum melihat bukti keimanan seseorang dalam bentuk perbuatan dan tingkah laku, tapi klo orang itu telah mengucapkan dua kalimat syahadat, berarti telah terjaga hak-haknya. Termasuk haram darahnya untuk ditumpahkan. Alasan sahabat tadi membunuh karena Ia tidak yakin dengan dua kalimat syahadat yg diucapkan kafir tersebut, dia menyangka kalau itu hanya tipu belaka dari kafir tersebut agar dapat selamat dari pedangnya. Tapi Rasulullah sangat marah dengan sahabat tersebut. Karena menurut Rasulullah kita tidak akan pernah tahu isi hati seseorang.

    Maka jangan pernah dengan mudahnya memberi cap kafir terhadap seorang muslim. Karena dapat kembali ke orang yang menuduhkannya jika tuduhan tersebut tidak benar menurut Allah SWT.

    Sekedar info…..saya sendiri bukan perokok.😀

    Balas
  • 7. harriansyah  |  September 3, 2007 pukul 11:24 am

    hanya karena merokok lantas kita dapat mengatakan bahwa dia adalah kafir

    benar2 pemikiran yg obejctive..

    Balas
  • 8. alex  |  September 3, 2007 pukul 2:23 pm

    Ah, saya sih kalo yang ngafirin Teguh, paling cuma misuh2 di blognya dia:mrgreen:
    Lain soal kalo Guh udah bawa-bawa pasukan bigots yang suka bikin rusuh di jalanan sambil bawa-bawa nama tuhan🙄

    Balas
  • 9. sundoro  |  September 4, 2007 pukul 10:06 am

    *ngakak*

    Wahahaha….mas Alex ini bisa aja😀

    Balas
  • 10. k* tutur  |  September 4, 2007 pukul 10:15 am

    Wah, berat nih…….
    Kapir-kapiran
    *kabur*😆

    Balas
  • 11. sundoro  |  September 4, 2007 pukul 10:17 am

    @k*tutur
    Justru ini mencegah dari TAKFIR (mengkafirkan seorang muslim). Padahal ini sangat berbahaya Kang.😀

    *kejar yg pada kabur*

    Balas
  • 12. oRiDo  |  September 4, 2007 pukul 10:27 am

    yg aku tau..
    merokok itu makruh..
    dan makruh itu ada diantara, alias abu2..

    klo aku sih tidak ada yg abu2.. klo gak item ya putih..
    silahkan mo pilih item ato putih.. dikembalikan pada masing2 aja..

    Balas
  • 13. sundoro  |  September 4, 2007 pukul 10:36 am

    Klo HITAM dan PUTIH sih masalah selera.

    Ada orang yg suka Kopi HITAM, tp ada yg suka cw kulit PUTIH :hammer: (koq jd gak nyambung….maaf!!!)
    😛

    Balas
  • 14. harriansyah  |  September 5, 2007 pukul 3:25 am

    saya jg suka cw kulit putih

    *bikin ga nyambung😀

    Balas
  • 15. sundoro  |  September 5, 2007 pukul 10:24 am

    @harriansyah

    Siapa yg nawarin lo cewe putih? Haaahhhh?😛

    *timpuk harriansyah pake mouse biar kabur*

    Wahahahaha…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bulan Ini

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Mas Ersis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Planet Ilkomerz 39

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kunjungan

  • 61,204

%d blogger menyukai ini: