Tambal Lubang, Bikin Lubang

Agustus 9, 2007 at 2:29 am Tinggalkan komentar

Saat ini kondisi beberapa ruas jalan di kota Bekasi sangat memprihatinkan. Untuk jalan yang memiliki kepadatan lalu lintas tinggi, kodisinya harus baik karena akan berpengaruh besar terhadap segala aktivitas yang menggunakan jalan tersebut. Sebagai contoh, di Jalan K.H. Agus Salim saat ini terdapat dua titik kerusakan jalan yang cukup parah, sehingga mengganggu lalu lintas kendaraan. Selain jalan ini, beberapa jalan lain yang merupakan jalur padat lalu lintas (jalur penting) mengalami nasib yang serupa.

Melihat kondisi tersebut, Pemkot Bekasi bukan tanpa aksi. Mereka mengatasi masalah tersebut dengan cara mengganti jalan aspal dengan beton pada jalan yang mengalami kerusakan parah. Solusi tersebut tentu memiliki nilai positif, walaupun menurut ku itu bukan merupakan solusi paling tepat untuk masalah ini. Cara ini digunakan karena daya tahan aspal yang rendah terhadap air, sehingga jika jalan terendam air atau pun terdapat kubangan air pada jalan maka jalan aspal tersebut akan mudah rusak. Berbeda dengan aspal, jalan beton kuat terhadap pengaruh air. Menurut ku inti masalahnya bukan pada daya tahan bahan yang digunakan untuk jalan, tapi pada sistem saluran air yang tidak berjalan semestinya. Terhambatnya saluran air yang menyebabkan air mengalir ke jalan atau pun tidak terbuangnya air di jalan ke saluran air adalah penyebab utama rusaknya jalan.

Penanggulangan masalah dengan cara mengganti aspal dengan beton bukan merupakan solusi untuk menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Nantinya bukan tidak mungkin muncul masalah-masalah seperti ini atau pun masalah lain yang bersumber dari akar permasalahan tersebut. Saya amati pada jalan-jalan di sekitar jalan yang sudah diperbaiki (diganti dengan jalan beton) akan mengalami masalah yang sama karena air yang semula menggenangi jalan yang telah diperbaiki akan berpindah ke jalan sekitarnya yang belum diganti dengan jalan beton. Hal ini terjadi karena ketinggian jalan beton dengan aspal berbeda cukup besar. Permasalahan ini akan terus terulang hingga semua jalan tertutup beton meskipun akan tetap ada potensi muncul masalah baru, yaitu jalan beton akan tergenang air dari saluran.

Karena akar permasalahannya terletak pada tidak baiknya sistem saluran air di sekitar jalan, maka solusi terbaik adalah memperbaiki sistem saluran air sehinggga tidak akan muncul masalah-masalah di atas. Jangan sampai kita hanya melakukan pekerjaan yang sia-sia. Ibarat pepatah yang mengatakan
“Tambal Lubang, Bikin Lubang”
(Mohon maaf karena pepatah ini telah mengalami modifikasi untuk mengikuti jaman)

Jadi, daripada melakukan hal yang sia-sia karena tidak menyelesaikan akar permasalahan, lebih baik menjalankan solusi yang tepat guna sehingga semua permasalahan dapat teratasi. Benar pak Pemkot?😛

Entry filed under: Catatanku. Tags: .

Menolak Rezeki demi Adil dan Berkah Hasil Pilkada DKI Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bulan Ini

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Mas Ersis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Planet Ilkomerz 39

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kunjungan

  • 61,204

%d blogger menyukai ini: