Archive for Juli, 2006

Masihkah Dia Untukku Esok?

Terkadang ku tidak merasakan keberadaannya disisiku, saat ia ada untukku. Ia sangat bermanfaat dan memiliki arti penting bagiku. Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah menciptakannya untukku. Terkadang baru kusadari bahwa ku memilikinya ketika ku kehilangannya. Ya…itulah nikmat ALLAH SWT.

Seringkali kita tidak mensyukurinya ketika ia ada untuk kita. Padahal ia tak selamanya bisa kita miliki. Kita lebih sering mengeluh tentang kondisi / nasib yang kita terima daripada mensyukuri apa yang kita miliki. Karena belum tentu orang lain memiliki apa yang kita miliki, dan belum tentu juga sesuatu yang baik untuk orang lain baik untuk diri kita. Dan ALLAH Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita.

Nikmat ALLAH tidak harus berbentuk harta benda, rumah, kendaraan, dan sebagainya yang berbentuk fisik. Nikmat dapat juga berupa sesuatu yang tidak terlihat seperti perasaan tenang, perasaan aman, tali persaudaraan, dan sebagainya. Nikmat itu ada di sekeliling kita saat ini, karena ALLAH Maha Pengasih.

Jika kita hitung nikmat Allah dalam sehari saja tidak akan sanggup. Jangankan nikmat dalam satu hari, manusia tidak akan ada yang sanggup menghitung nikmat yang diterimanya dalam satu detik.
Allah berfirman dalam surat An-Nahl (QS 16:18)
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Mulai dari bangun tidur di pagi hari, hingga kita tidur kembali di malam hari nikmat Allah selalu bersama kita. Saat tidur pun kita masih diberi nikmat oleh Allah SWT, seperti bernafas, udara gratis, tubuh kita bisa beristirahat. Saat bangun tidur kita mendapati diri ini masih hidup di dunia…Alhamdulillah, mata kita masih dapat digunakan untuk melihat indahnya warna-warni dunia…Alhamdulillah, kuping kita masih dapat mendengar…Alhamdulillah, kita masih memiliki keluarga yang selalu mencintai kita…Alhamdulillah, kita masih memiliki teman-teman setia yang selalu mengisi hari-hari kita…Alhamdulillah, kita masih memiliki sedikit rezeki untuk makan hari ini…Alhamdulillah, kita masih memiliki tempat berlindung dari teriknya Matahari ataupun derasnya hujan…Alhamdulillah, dan seterusnya. Untuk menyebutkannya saja tidak mampu, apalagi untuk menuliskannya semua.

Syukurilah segala nikmat yang kita miliki saat ini, karena hari esok belum tentu kita memilikinya lagi.

Masihkah dia untukku esok?

Iklan

Juli 22, 2006 at 2:19 pm Tinggalkan komentar

Akhlak Rasulullah

Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW

Suatu ketika, saat Rasulullah sudah semakin dekat dengan ajalnya, ia berkata kepada para sahabatnya, “Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku kepada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!” Para sahabat terdiam, namun ada seorang sahabat yang bangkit dan berkata, “Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisiku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash (red:pembalasan) hari ini.” Semua sahabat terpana, kemudian Umar langsung berdiri dan siap ‘membereskan’ orang itu, namun Rasulullah melarangnya. Bilal disuruh pergi ke rumah Rasul untuk mengambil tongkat. Setelah Bilal tiba dengan tongkat itu, Rasul memberikannya kepada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya. Rasul berkata, “lakukanlah!” Suasana berubah menjadi sunyi senyap, dan terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah memeluk Rasul seraya menangis. “Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku menyentuh tubuhmu! Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah.” Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Rasul sebelum Allah memanggil Rasul.

Betapa mulia akhlak seorang Rasulullah, dengan akhlaknya yang baik dan tidak pernah menyakiti perasaan orang lain masih merasa takut jika ada yang menuntut balas kepadanya di akhirat kelak. Ia adalah sosok pemimpin idaman, yang dengan besar hati siap menerima kritik dan hukuman ketika ia berbuat salah. Kenyataannya di negeri ini banyak pemimpin yang tidak pernah merasa bersalah walaupun telah banyak merugikan orang lain. Na’udzubillah….. Mari kita teladani akhlak Rasulullah SAW!

Juli 1, 2006 at 11:16 am


Bulan Ini

Juli 2006
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS Mas Ersis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Planet Ilkomerz 39

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kunjungan

  • 62,823