SUKA vs MURAH
November 30, 2007
Pilkada kota Bekasi tak lama lagi akan tiba. Para tim sukses masing-masing calon tengah sibuk memperkenalkan calon walikota dan wakilnya kepada masyarakat. Bakal calon (balon) walikota yg semula jumlahnya banyak, kini menyusut menjadi tiga pasangan calon walikota dan wakil walikota saja, yaitu Akhmad Syaikhu – Kamaludin Zaini, Mochtar Muhammad – Rahmat Effendi, dan Awing – Ronny. Para balon lainnya batal untuk mendaftarkan diri. Diantaranya adalah Kadimin yang didukung oleh koalisi PELANGI, Hans Muntahar yang naik sebagai calon independen, Ayuni Mirlina dari Partai Amanat Nasional, dan beberapa balon lainnya.
Rahmat Effendi pun yang dipasangkan dengan Mochtar Muhammad sebagai calon wakil walikota, semula adalah kandidat yang akan dimajukan oleh Partai Golkar sebagai calon walikota. Namun setelah mempertimbangkan beberapa hal, Partai Golkar memutuskan untuk memasangkan Rahmat Effendi dengan Mochtar Muhammad yang merupakan calon walikota yang dijagokan oleh Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan. Ternyata walaupun PDI-P pernah mengalami kekecewaan terhadap Partai Golkar terkait dengan kasus 27 Juli yang cukup menggemparkan dunia politik nasional, saat ini kedua Partai besar Indonesia ini cukup akrab dan dekat. Terlihat dari kekompakkan keduanya dalam mencalonkan kandidatnya di pilkada beberapa daerah di tanah air. Selain itu ada pula kecenderungan akan bersatunya kedua partai besar ini dalam Pilpres 2009. Koq bisa ya? Dulu musuhan sekarang berteman dekat.
Berbicara tentang ketiga pasangan calon walikota dan wakil walikota Bekasi, berarti kita akan membahas siapa yg mendukung dan berasal dari manakah tokoh2 tersebut. Pasangan pertama adalah duet Mochtar Muhammad dan Rahmat Effendi. Mochtar Muhammad saat ini tengah menjabat sebagai wakil walikota Bekasi. Ia dicalonkan sebagai walikota Bekasi untuk periode berikutnya oleh PDI-P. Mochtar Muhammad diduetkan dengan Rahmat Effendi yang kini tengah menjabat sebagai ketua DPRD kota Bekasi. Rahmat Effendi merupakan calon dari Partai Golkar. Ia dicalonkan sebagai wakil walikota Bekasi. Pasangan ini diusung oleh ketiga Partai Orde Baru (Golkar, PDI, dan PPP) ditambah beberapa partai lainnya. Duet ini dikenal dengan duet MURAH. Duet MURAH didukung oleh koalisi Gotong-Royong.
Pasangan berikutnya adalah Akhmad Syaikhu dan Kamaludin Zaini. Akhmad Syaikhu saat ini tengah menjabat sebagai wakil ketua DPRD kota Bekasi. Ia dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk maju sebagai Walikota Bekasi. Sebagai pendampingnya, PKS memilih Kamaludin Zaini yang merupakan seorang birokrat di jajaran Pemkot Bekasi. Kamaludin Zaini saat ini menjabat sebagai Kepala Dina Tata Ruang kota Bekasi. Pasangan calon walikota dan wakil walikota ini diusung oleh koalisi Patriot, yang terdiri dari PKS dan beberapa ORMAS ISLAM di kota Bekasi. Duet ini dikenal dengan sebutan duet SUKA.
Pasangan ketiga adalah pasangan Awing dan Ronny. Pasangan ini didukung oleh Partai Demokrat. Belum banyak informasi yang didapatkan tentang pasangan calon walikota dan wakil walikota ini.
Prediksi saya pribadi, persaingan ketat akan terjadi antara pasangan SUKA dan MURAH. Sedangkan pasangan Awing dan Ronny sepertinya tidak memiliki kans yang cukup besar untuk bersaing dengan kedua pasangan sebelumnya. MURAH menjanjikan Pendidikan dan kesehatan gratis. Memang pendidikan dan pengobatan gratis merupakan komoditas yang sangat laku untuk dijual. Terlebih kondisi bangsa ini yang semakin hari semakin buruk. Moga saja slogan yang dibawa oleh pasangan ini bukan hanya semacam omong kosong yang digunakan hanya untuk menarik suara bagi pasangan ini. Pasangan SUKA membawa slogan “Ayo Bangun BEKASI!!!”. Moga slogan ini dapat direalisasikan jika yang naik sebagai pasangan Walikota dan wakil adalah Akhmad Syaikhu dan Kamaludin Zaini. Dengan harapan Bekasi menjadi kota yang lebih baik dari sekarang. Lain halnya dengan pasangan Awing dan Ronny, pasangan ini mengkampanyekan bahwa mereka anti korupsi (bunyi slogannya: “Kami Anti Korupsi” dan “Mari kita lawan korupsi”). Menurut saya, slogan pasangan ini kurang mengarah kepada pembangunan kota. Jika hanya sibuk memberantas korupsi tanpa memperhatikan pembangunan di kota Bekasi adalah sebuah kesalahan. Bukan berarti kata-kata saya melegalkan korupsi, tetapi poin besarnya bukan terletak pada hal tersebut.
Siapa pun pasangan calon yang anda pilih pada Pilkada kota Bekasi tahun 2008, pastikan bahwa pilihan tersebut adalah yang sesuai dengan hati nurani anda dan akan memberikan perubahan kota Bekasi ke arah yang lebih baik. Gunakan hak suara anda!
Jadi mau pilih yang mana nih?
21 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
vivie | Desember 3, 2007 at 1:59 am
Lik, dari dulu-dulu ngomongin Pilkada mulu. Emangnya sampe skrg blom selesai2 ya Pilkadanya?
2.
abo | Desember 3, 2007 at 3:56 am
halah..ngemeng politik muluk……!!!
gag ada kerjaan apah….????
mikirin diri sendiri ajah….
*ygudahbosensamabirokrasidinegeriini*
*yangudahbosensamakelakukanelitpolitik*
3.
duns | Desember 3, 2007 at 4:34 am
yang pasti mo pilih yg saya SUKA dunk untuk Bangun Bekasi ^_^
@vivie
just 4 ur information pilkada bekasi tuh tgl 27 Januari 2008,.jd blm selesai tuh..
@abo
hopeless sama politik negeri kita ya??
4.
nafi | Desember 3, 2007 at 8:58 am
milih SUKA aja deh…. Soalnya kt orang jawa “yen tresno (suka), wingko katon kencono”
kalo MURAH…. sesuatu yg murah blm tentu kualitasnya bagus toh??
Lho…lho.. aku ngomongin apa siy? Calon walokota ato apa siy?
*bingung sendiri
5.
sundoro | Desember 4, 2007 at 12:24 pm
@vivie
Bener kata duns, PILKADA Kota Bekasi dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2007, jd gag masalah donk ngomongin PILKADA.
Daripada ngomongin orang ntar dosa…..
Ngomongin diri sendiri dibilang NARSIS….
@abo
Huusss….huuusss…..dasar BETMEN!!!!
*timpukin abo pake mos dan kibot*
@duns
Makasih mbak dah bantuin jawab komen2 diatas.
@nafi
Kenapa gag milih yg WIRO? WIRO (Awing – Ronny) blon disebut tuh.
6.
Laki | Desember 5, 2007 at 9:59 am
Jangan asal murah….
Emang semua Orang SUKA yang murah
nggga juga kan…
7.
sundoro | Desember 6, 2007 at 2:05 pm
@Laki
Mang bener sih, pilih yg elo SUKA aja…
8.
zh3n_zidane | Desember 10, 2007 at 7:35 pm
saya bingung…pilkada lagi,pilkada lagi…orang sibuk menggunggulkan masing2 jagoannya, memangnya kalo yang kita dukung menang jadi kepala daerah dia bakal ngertiin kita apa….kasian deh luh…
9.
sundoro | Desember 11, 2007 at 2:31 pm
@zh3n_zidane
klo menurut saya harapan itu selalu ada. jadi jgn terus berputus asa untuk mencari pemimpin yg terbaik diantara yg ada.
paling tidak walaupun tidak 100% sempurna, kita sudah memilih yg terbaik diantara para calon. karena bagaimana pun, dengan ketidakikutsertaan kita dalam pilkada tidak membuat keadaan menjadi lebih baik.
10.
haanadza | Desember 12, 2007 at 3:53 am
Siapa yang menang ya ?
Boleh ikutan polling di blogku http://www.haanadza.com
11.
any | Desember 12, 2007 at 9:03 am
Pilkada emang kagak lama lagi… kite sebagai warga negare nyang baik emang kudu milih SUKA ato kagak SUKA. nyang pasti semua calon pemimpin kite tuh pade punye kekurangan masing-masing. Tapi… nyang kite pilih nyang paling dikit kekurangannye ame nyang laen.. begono… met PILKADA ya’, jangan kagak milih lu..
12.
kerlip | Januari 2, 2008 at 11:48 pm
Ikutaaaaann dunks…!!!
aku SUKA pilih yang aku SUKA, yang kamu SUKA yang kita SUKA, yang semua SUKA, yang SUKA MENANG!! ALLAHU AKBAR!!!
Aaaahhhh… Leganya udah ikutan..
13.
sundoro | Januari 3, 2008 at 2:26 pm
Ikutan silakan saja, asal jgn pada berantem yah
n_n
14.
maniez | Januari 6, 2008 at 6:03 am
pilih yang bisa membawa kebaikan,,,,
pilih yang sesuai hati…
pilih dari babat, bibit, bobotnya,,,
smg bekasi lbih baik dari sebelumnya….
15.
ibay | Januari 7, 2008 at 9:05 am
Bila kau SUKA hati pilih SYAIKHU (plok 3x)
Bila kau SUKA hati pilih KAMAL (plok 3x)
Bila kau SUKA hati dan pilihlah begitu
Bila kau SUKA hati pilih TIGA (plok 3x)
16.
gomos | Januari 17, 2008 at 4:50 am
kalo gw sih yg jelas2 aja Mochtar Mohamad dan rachmat efendi gabungan birokrat dan politisi serta pengusaha ini sangat pas mimpin Bekasi 5 tahun ke depan
17.
M2R | Januari 18, 2008 at 5:54 am
yang Suka pilih MURAH No. 2 Anti Korupsi !!
18.
M2R | Januari 18, 2008 at 5:55 am
3 Tahapan dalam PILKADA nanti :
1. Datang ke TPS di masing-masing wilayah
2. Coblos No. 2
3. Pulang ke rumah, dan berdo’a semoga menang
19.
syamsul | Januari 21, 2008 at 5:23 am
Meski harus diakui Syaikhu terkenal sebagai figur yang bersih. Ini dapat kita lihat dari track record keduanya selama menjabat. Syaikhu merupakan wakil ketua DPRD, namun nyaris tidak ada trobosan atau karya berarti yang pernah dilakukannya selama memimpin bagi pembangunan kota Bekasi.
Citra yang melekat pada dirinya adalah lamban, tidak progresif dan tidak piawai memainkan irama politik, terbukti meskipun PKS merupakan partai pemenang pemilu 2004 dan memiliki kursi terbanyak di parlemen namun tidak dapat merebut posisi sebagai ketua DPRD.
Saat pencalonannya Syaikhu tidak menyerahkan hasil check-up nya. Hal ini menjadi sorotan para aktivis mahasiswa. Sedikitnya 30 aktivis mahasiswa yang terdiri dari HMI, GMNI, PMII, FSMKD dan Lakpesdam NU menuntut KPU untuk mengumumkan hasil medical chek up Syaikhu. Syaikhu menolak diperiksa jantungnya dengan treadmill, dengan alasan kakinya terkilir. Sehingga check-upnya harus berganti-ganti rumah sakit dengan alasan mencari RS yang lebih lengkap. Para orang dekat Syaikhu tutup mulut dan tidak mau berkomentar akan penyakit yang diidap Syaikhu.
Sedangkan Kamal yang merupakan Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman adalah orang yang paling bertangung jawab terhadap kesemrawutan kota Bekasi semisal, banjir dan kemacetan. Kamal juga dikenal “sering dikibulin” dalam konstelasi politik ; disingkirkan di Golkar, dan dikibulin oleh Ahmad Zurfaih dengan menyerahkan sejumlah uang dan dijanjikan jabatan Sekda, ternyata tidak terlaksana, padahal Kamal dan Zurfaih masih dalam satu Klan Haji Jole.
PKS sebagai kekuatan Islam ternyata juga tidak berhasil menggalang kekuatan Islam karena pertentangannya dengan banyak ormas islam lain yang sudah bergabung dengan para lawannya. Hal ini berkaitan dengan berita bahwa PKS anti (doa) qunut, anti tahlil, anti maulid, dan anti pengajian. Karena berseberangannya PKS dengan PBNU ditambah beberapa kesepakatan dan MoU yang diteken PKS dengan beberapa ormas islam lain. PKS sampai saat ini belum mampu mengklarifikasi semua tuduhan tersebut. Kecuali hanya mampu berargumen murahan dengan menantang calon lain berkompetisi pengajian.
20.
Warga Jakarta | Januari 25, 2008 at 11:09 am
Gw pilih SUKA, dah kapok liat jakarta ancur dan makin ancur kalo orang2 lama yang megang jabatan…tapi gw ga punya hak suara…hehehehe
21.
tunjung | Januari 27, 2008 at 11:04 pm
@duns n RASers : buka jingglenya ustad Syaikhu persembahan kami di web ku yah http://tejorini.multiply.com/... walaupun pa ustad kalah, tapi buat saya itu kemenangan, artinya dipastikan pada pemilu 2009 minimal 40% suara khususon PKS! kursi buat partai laen mah 50% dibagi-bagi hehehe… semoga Allah selalu bersama orang-orang yang benar