Indonesia dijajah India
Nopember 9, 2007
Dalam sejarah perjalanan negeri ini, Indonesia sudah beberapa kali dijajah oleh bangsa asing. Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang adalah negara-negara yang telah mencatatkan dirinya sebagai bangsa penjajah Indonesia. Penjajahan yang dilakukan adalah penjajahan secara fisik. Namun berkat usaha, semangat, kesatuan, dan tentunya keridhoan ALLAH SWT bangsa ini dapat melepaskan diri dari jeratan bangsa-bangsa penjajah pada tanggal 17 Agustus 1945.
Namun saat ini penjajahan berubah bentuk dari penjajahan fisik ke bentuk non fisik yg terkadang tidak kita sadari. Saat ini bangsa kita dijajah secara ekonomi oleh bangsa lain. Ideologi dan budaya kita pun dijajah oleh bangsa lain. Karena terlalu banyak bentuk penjajahan terhadap bangsa ini, tulisan ini akan dipersempit kepada penjajahan melalui media televisi, khususnya sinetron. Mengapa masalah ini? Karena akhir-akhir ini saya menyadari bahwa kandungan dari sinetron tidak ada. Yang ada hanyalah sebuah tontonan tidak bermutu yang dapat meracuni masyarakat.
Sinetron adalah sebuah tontonan yang mengajak masyarakat kita untuk berkhayal. Seperti kita ketahui bersama, masyarakat kita sebagian besar adalah golongan menengah ke bawah. Dan golongan ekonomi atas hanya bagian minoritas yg jumlahnya sangat kecil. Namun hampir semua sinetron isinya adalah kehidupan mewah yg serba berlebihan, glamor, foya-foya, dan lain sebagainya. Sinetron jarang sekali mengangkat kehidupan riil yang ada pada masyarakat kita.
Sinetron adalah tontonan yg tidak mendidik. Isi dari sinetron tidak lebih hanya masalah-masalah yang laku dijual kepada masyarakat, seperti pergaulan bebas, narkoba, hamil diluar nikah, perselingkuhan, perceraian, dan lain-lain. Yang kesemuanya itu diangkat bukan untuk mendidik masyarakat, tapi memberikan suatu wacana kepada masyarakat bahwa hal-hal tersebut adalah sesuatu yang wajar untuk masa kini.
Panjang episode sinetron fleksibel sesuai dengan respon masyarakat. Jika sinetron tersebut mendapat respon yg baik dari masyarakat, maka ceritanya akan dibuat menjadi mulur. Dan akibatnya sinetron itu bukan hanya sekedar berepisode, tapi berjilid-jilid kayak buku-buku kuliah. Contoh yang paling parah adalah sinetron Tersanjung. Jika tidak salah, sinetron ini sampai dengan jilid 6. Akhirnya sampai ganti judul menjadi Tersayang. Contoh lainnya pun masih banyak, tapi saya lupa judulnya. :hammer:
Isi cerita sinetron benar-benar tidak kreatif. Banyak yg meniru cerita-cerita yg sudah ada, dan ada juga yg meniru dari sesama sinetron Indonesia. Inilah yang benar-benar kebangetan. Isi ceritanya sama, hanya pemain dan stasiun televisinya saja yang berbeda. Judul kedua sinetron ini saya lupa. Yang jelas salah satunya disiarkan di RCTI dan satunya lagi di Indosiar. Yang di RCTI dibintangi Mulan Kwok dan Baim Wong sebagai pemeran utama. Yang sama parahnya adalah sinetron Kasih yang saat ini disiarkan di RCTI, isinya benar-benar sama dengan sinetron Wulan yang disiarkan oleh RCTI juga. Bintang2nya pun hampir semuanya sama. Jadi dapat dikatakan sinetron Kasih adalah Wulan yang dikemas ulang. Kalau barang elektronik istilahnya Rekondisi atau Refurbish.
Meskipun banyak alasan diatas yang membuat kita untuk tidak menonton sinetron, tapi masyarakat kita masih belum dapat meninggalkannya. Meskipun mereka terkadang benci karena isi ceritanya yang STANDAR (hampir semua sinetron sama), melewatkan sinetron adalah hal yg lebih mereka benci. Inilah bentuk penjajahan terhadap bangsa ini melalui sinetron. Dan tahukah anda siapa saja kah yg berada dibalik sinetron2 tersebut? Mereka adalah Punjabi bersaudara. Mereka telah menguasai hampir seluruh tayangan sinetron yg ada di layar televisi. Mereka itulah para penjajah dari India yang ada di negeri ini.
Dari sebagian besar sinetron Indonesia yg tidak bermutu, ada pula sinetron yang menurut saya memiliki kandungan cerita yang lebih berbobot dan lebih riil. Sinetron tersebut antara lain: Satu kakak tujuh ponakan, Kiamat sudah dekat, dan Para pencari tuhan. Sinetron2 yang seperti inilah yg layak ditonton oleh masyarakat kita.
Dah kepanjangan nih nulisnya, ntar takutnya jadi pada males baca. Mending komentar aja deh. Ada yang mau komentar?
Entry Filed under: Catatanku. Tag: Penjajahan, Punjabi, Sinetron.
19 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
duns | Nopember 9, 2007 at 2:14 am
dgr2 lg banyak kerjaan nech??kok bisa nulis sebanyak ini sech??
he.he.he, well bicara ttg sinetron di negeri kita memang sangat mengecewakan dan tull..betul..sebagian besar tdk mendidik dan tdk mencerdaskan bangsa.
klo pun ada yg lumayan itu jg hasil jiplakan film jepang ato korea..fiuuuhhh..capedegh..kga ada kreatif2nya pisan!!!
kyna bang Deddy Mizwar harus ekstra kerja keras nech u bikin film2 yg bermutu coz cuman film2 doi aja yang ada muatan nilai2 yg mengarah pd kebaikan
2.
wishbeukhti | Nopember 9, 2007 at 2:25 am
setuju bangeeettt…
apalagi cerita sinetronnya kebanyakan gak berbobot.. isinya rebutan pacar, rebutan harta, de el el
ngabisin energi aja
hanya sebagian kecil banget saja sinetron yg mendidik.. kayak yg disebutin diatas.. PPT, dsb
apalagi sekarang jam prime time susah banget nyari tontonan tv yang bukan sinetron

hampir semua tv pada nayangin sinetron
jadinya gak jadi nonton tv … hehe
3.
nunakelam | Nopember 9, 2007 at 4:03 am
woi.. bukan dijajah india doank kaleeee
dijajah korea juga… dijajah jepang aja
masih… ahaha.. kyaknya bentar lagi,
bakal dijajah malaysia niy… ampun!
ITULAH INDONESIAAAAA….
indonesia tanak airku…
aku berjanji padamu…
menjunjung tanah aiiiir ku,
tanah airku INDONEISAAAAA…
tuh kan… jadi nyanyi deh gw..
4.
vivie | Nopember 9, 2007 at 6:44 am
huahaha
Kocak lo Lan
5.
sundoro | Nopember 9, 2007 at 11:46 am
@duns
Klo untuk nulis tetep disempetin donk.
Meski itu tengah malem.
Bener bgt Mba, kyknya butuh byk Deddy Mizwar buat ngerubah wajah sinetron Indonesia. Jd gak sebatas mementingkan keuntungan,tp juga mendidik masyarakat.
@wishbeukhti
Wahaha….sampe gak nonton tipi ya Mbak. Klo tipinya gak dipake, saya siap menampungnya koq
@nunakelam
Dalam hal ini kan yg dibahas Sinetron, dan mayoritas sinetron yg ada adalah produk Punjabi Group. So, sama aja dijajah sama India.
@vivie
vie, disini bebas nyanyi koq kyk Mulan
6.
benbego | Nopember 12, 2007 at 1:08 am
indon jagonya niru. apa aja dicoba, disama-samain. padahal film dari luar belum tentu cocok ma orang kita.
India hebat juga ya! Bill Gates aja kalah. katanya orang terkaya didunia bukan bill gates lagi, tapi orang india. tau sapa? lupa
7.
nunakelam | Nopember 12, 2007 at 5:59 am
hah..? maksud lo apa c LIK?
maksud gw dijajah korea juga,
soalnya [sebagian] masyarakat
kita juga emang lebih suka nonton
drama2 korea.. or japan.. [gitu loh...]
dan @duns, pernyataan lo yang ini:
klo pun ada yg lumayan itu jg hasil jiplakan film
jepang ato korea..fiuuuhhh..capedegh..kga ada
kreatif2nya pisan!!!
hasil jiplakan nya aja masih jelek!
[kalo menurut gw siy.. jauh!]
8.
nunakelam | Nopember 12, 2007 at 8:24 am
hey kelik..
link gw donk di blogroll lo…
thanks anyways!
9.
Iman | Nopember 13, 2007 at 1:06 am
Link di blogroll diganti donk ke http://iman.web.id , thank you
10.
sundoro | Nopember 13, 2007 at 2:46 am
@nunakelam
Pendapat orang memang beda-beda, so….santai aja berpendapat.
@nunakelam dan Iman
Requestnya akan segera di followUp
11.
raffaell | Nopember 13, 2007 at 2:08 pm
yesss, me also…
I really hate sinetron, khususnya yang punjabi punjabi ituh… kaga jelas ceritanya, cinta cintaan, masih mendingan karya bangsa, kayak kiamat sudah dekat…
zzz
12.
duns | Nopember 14, 2007 at 2:05 am
@nunakelam
iye bener emang jiplakannya jauh beda bgt sangat sama aslinya (Korea n jepang) tapi..dihargai dikit lah usahanya ga papa kan kata “lumayan” ??
maap lik,numpang yak ^_^
13.
nuna | Nopember 14, 2007 at 2:25 am
sorry deh gw gak santai…
abiz sebel banget gw sama
sinetron indonesia…
ya kalo emang ngejiplak,
kenapa siy gak bilang..
dikasih tau kalo itu tuh
hasil jiplakan gituuu…
eh.. ini malah diem2 aja..
seolah2 emang ide mereka..
aneh gak tuh… JUJUR dunk!
14.
sundoro | Nopember 14, 2007 at 2:58 am
@raffaell
Wah, ternyata byk jg yg sependapat ama gw.
Mang sinetron indonesia, secara garis besar
gak ada kreatip-kreatipnya
@duns
Gpp koq numpang, yg penting jgn numpang
berantem, buang hajat, deelel
@nuna
Yg penting jgn ampe berantem di blog gw ya?
15.
nuna | Nopember 14, 2007 at 4:36 am
loh LIK.. maksud lo gw berantem
sama siapa siy..?
gw kan cuma mengkritik sinetron
indonesia.. berantem sama siapa?
sama sinetron?
16.
meena | Nopember 16, 2007 at 3:14 pm
sinetronnya bener2 membodohi masyarakat! seperti sinetron kasih yang lagi tayang di RCTI or Wulan waktu itu…
Dimana2 anak yang lahir di luar nikah itu… bapaknya tidak punya hak apapun atas anak itu…
eh… ini malah bilang negara kita menganut sistim ayah yang lebih berhak atas anak itu… huh yang ada anak di bawah umurpun pada saat orang tuanya cerai padahal menikah resmi, mereka ikut ibunya…
17.
varendy | Nopember 21, 2007 at 3:29 am
nimbrung ah, satu lagi acara yang niru india, seleb dance, buktinya pemenangnya malah dikasih trip gratis buat nari di india. ck ck ck.
a comment by varendy.worpress.com
18.
sundoro | Nopember 28, 2007 at 2:43 am
@nuna
Gak brantem ama sapa2 koq, intinya ngomen jgn pake emosi ya….
keep smile
@meena
waduh bu, klo soal hukum itu saya blum tau.
Tp klo soal ketidakkreatifan sinetron Indonesia saya tau bgt. Dua judul sinetron yg disebutin di atas kan sinetron yg sama dengan jalan cerita yg sama. Yg beda cuma judulnya dan beberapa pemerannya aja.
@varendy
mang ikutan seleb dance juga ya?
19.
Hendry | Januari 7, 2008 at 1:02 pm
pada dasarnya gw sepakat tentang rusaknya sinetron indonesia. dan setau gw udah banyak juga kritik senada, beberapa agak pedas, yang ditujukan terhadap sinetron2 kek gitu.
herannya, apa produser2 itu gak denger? gak baca?
menyebalkan.
lalu kawan, apa langkah kita selanjutnya?