Archive for Oktober 26th, 2007
Sate dan Gule Muantabbb
Hari itu, Minggu 14 Oktober 2007, kami akan melanjutkan perjalanan dari tanah kelahiran Bapak di Pacitan, menuju tanah kelahiran Ibu di Jogjakarta. Karena perjalanan yang ditempuh akan lama dan berat, maka santap siangnya pun harus yang berkualitas. Setelah ngobrol dengan Bapak dan Om saya di rumah Mbah, akhirnya muncul sebuah rekomendasi tempat makan di Kota Pacitan (kebetulan rumah Mbah bukan di kotanya). Tempatnya dekat dengan terminal kota Pacitan. Ada dua tempat yang direkomendasikan, karena sama2 enak. Yang satu adalah milik saudara dari tetangga kampung Bapak, dan yang kedua bukan siapa2 Bapak. Yang satu tempatnya agak masuk ke gang kecil, sedangkan yang kedua tepat di pinggir jalan raya. Kenapa rekomendasinya dua? Untuk alternatif saja jika yang satu tutup, maklum hari lebaran kedua banyak tempat jualan yang tutup.
![]()
Rombongan kami berangkat menuju kota Pacitan. Setelah sampai di kota, kami sempatkan dulu mampir di tempat penjualan oleh2 khas Pacitan. Nama tokonya adalah “Sari Rasa”. Setelah itu kami menuju tempat makan yang direkomendasikan tadi. Kebetulan sudah lewat jam makan siang, dan perut sudah tidak bisa diajak kompromi. Akhirnya kami memilih warung sate yang alternatif 2 karena posisinya yang strategis, tepat di pinggir jalan raya. Nama warungnya adalah “Sate Berkah Insani Pak Kasan”. Semoga membawa keberkahan. ![]()
![]()
Karena yg terkenal enak dari warung ini adalah sate kambing dan gulai, kami memesan dua jenis menu tersebut. Jumlah kami ada 7 orang. Kami pesan 6 porsi sate kambing (3 porsi bumbu kacang dan 3 porsi bumbu kecap) dan 4 porsi gulai kambing. Setelah menunggu kira2 10 menit….pesanan kami tiba. Hore….hore….hore…. Waktunya menyantap semua hidangan.
![]()
Komentar dari semua yang menyantap adalah A+++++ untuk gulainya, dan A- untuk Sate kambingnya. Kata kakakku yang sudah sering berkeliling mencoba gulai di beberapa tempat, belum pernah menemukan gulai semantab ini. Untuk sate kambingnya masih kurang empuk, tapi lumayan enak juga. Menurutku keduanya (sate dan gulai) adalah masakan yang super muantab. Tempat ini bisa dijadikan rekomendasi tempat makan Sate dan Gulai Kambing, jika anda melakukan perjalanan di sekitar kota Pacitan. Pokoke puas skaleee…..
![]()
Setelah berjuang untuk menghabiskan seluruh pesanan kami, akhirnya seluruh makanan dan minuman yang terhidang di meja ludes semua. Lalu saya pergi ke kasir untuk meminta tagihan dari pesanan kami (6 porsi sate kambing, 4 porsi gulai, nasi putih 10 atau 11, dan minuman berupa es teh manis dan es jeruk sebanyak 7 gelas). Ternyata tagihannya sebesar 110ribu. Wooowww, murah skaleee. Untuk makanan sebanyak itu dan senikmat itu, harga 110ribu menurutku cukup murah. Jadi jangan lupa untuk menyempatkan mampir ke tempat ini. Oke?
8 comments Oktober 26, 2007
Kebenaran versus NgOTOT
Dalam perjalanan ke kantor kemarin, saya dengan tidak sengaja mendengar (berarti bukan menguping ya) pembicaraan antara dua orang ibu di BUS PATAS AC 52 jurusan Bekasi – Tanah Abang yang kebetulan duduk tepat di sebelah saya. Pembicaraan ini dimulai terjadi setelah kondektur menarik ongkos dari kedua orang tersebut.
Pembicaraannya adalah sebagai berikut (mohon maaf jika terjadi perubahan redaksional kalimat):
Ibu 1: Koq mahal ya? (yg dimaksud adalah ongkos) Kan cuma 5000.
Ibu 2: Itu mah dah lama Bu, mang dari dulu 5500
Ibu 1: Saya turun di karet (Sudirman) koq … (nada gak mau ngalah)
Ibu 2: Mungkin (PATAS AC) 17 (jurusan Bekasi – Dukuh Atas) kali Bu
Ibu 1: Bukan koq (dengan nada ngOTOT)
Ibu 2: Mungkin dia gak punya kembalian Bu (nyeraaahhh deh, biar selesai) n_n’
Huahahahaha…lucu juga dengar percakapan antara dua orang ibu itu. Karena memang sudah lama (lebih dari 7 bulan) tarif AC 52 adalah 5500 dan AC 17 5000. Dan ibu 1 begitu ngototnya klo dia bayar 5000, padahal dia kan gak sering naik BUS ini, karena klo sering dia pasti dah tau bahwa tarifnya 5500. Tapi dengan percaya dirinya dia mempertahankan argumennya. Sedangkan ibu 2 yang membawakan kebenaran kepada ibu 1 harus merelakan kebenarannya kalah dengan argumen ibu 1 yang salah, karena argumen tersebut disertai ngOTOT.
Jadi, kebenaran dapat dikalahkan dengan suatu argumen yang salah jika argumen tersebut disertai ngOTOT. Apakah anda setuju?
12 comments Oktober 26, 2007