Archive for Oktober, 2007

Lagu Dulu dan Sekarang

Fenomena aneh sedang terjadi di masyarakat musik Indonesia. Hampir 50% (perkiraan yg gak ilmiah) lagu-lagu saat ini bertemakan selingkuh, kekasih gelap, de-el-el. Memang sekarang sudah bukan merupakan sesuatu yg tabu untuk membicarakan selingkuhan atau kekasih gelap. Malah hal itu terkadang menjadi suatu kebanggaan jika punya selingkuhan. Hal ini pula yg pernah dibahas oleh sebuah stasiun radio (lagi…)

Oktober 30, 2007 at 3:39 am 23 komentar

Sumpah Pemudik 28 Oktober 2007

Mudik tidak dapat dipisahkan dari tradisi di masyarakat kita terutama menjelang hari raya idul fitri. Namun terkadang para pemudik tidak berpikir secara rasional sehingga rela mengorbankan kepentingan sang anak demi kepentingannya untuk bersilaturahim dengan para keluarga di tanah kelahirannya. Pemudik seperti inilah yg tergolong pemudik tak berperikemanusiaan. Selain itu, ada beberapa hal yang sering tidak diindahkan oleh para pemudik, padahal itu merupakan sesuatu yg penting. Sehubungan dengan momen Sumpah Pemuda, mungkin para pemudik perlu juga untuk membuat Sumpah Pemudik yg merupakan sebuah ikrar agar ke depannya para pemudik kita lebih disiplin.
(lagi…)

Oktober 30, 2007 at 3:35 am Tinggalkan Komentar

Sate dan Gule Muantabbb

Hari itu, Minggu 14 Oktober 2007, kami akan melanjutkan perjalanan dari tanah kelahiran Bapak di Pacitan, menuju tanah kelahiran Ibu di Jogjakarta. Karena perjalanan yang ditempuh akan lama dan berat, maka santap siangnya pun harus yang berkualitas. Setelah ngobrol dengan Bapak dan Om saya di rumah Mbah, akhirnya muncul sebuah rekomendasi tempat makan di Kota Pacitan (kebetulan rumah Mbah bukan di kotanya). Tempatnya dekat dengan terminal kota Pacitan. Ada dua tempat yang direkomendasikan, karena sama2 enak. Yang satu adalah milik saudara dari tetangga kampung Bapak, dan yang kedua bukan siapa2 Bapak. Yang satu tempatnya agak masuk ke gang kecil, sedangkan yang kedua tepat di pinggir jalan raya. Kenapa rekomendasinya dua? Untuk alternatif saja jika yang satu tutup, maklum hari lebaran kedua banyak tempat jualan yang tutup.
Oleh2
Rombongan kami berangkat menuju kota Pacitan. Setelah sampai di kota, kami sempatkan dulu mampir di tempat penjualan oleh2 khas Pacitan. Nama tokonya adalah “Sari Rasa”. Setelah itu kami menuju tempat makan yang direkomendasikan tadi. Kebetulan sudah lewat jam makan siang, dan perut sudah tidak bisa diajak kompromi. Akhirnya kami memilih warung sate yang alternatif 2 karena posisinya yang strategis, tepat di pinggir jalan raya. Nama warungnya adalah “Sate Berkah Insani Pak Kasan”. Semoga membawa keberkahan. :D
Sate berkah insani
Karena yg terkenal enak dari warung ini adalah sate kambing dan gulai, kami memesan dua jenis menu tersebut. Jumlah kami ada 7 orang. Kami pesan 6 porsi sate kambing (3 porsi bumbu kacang dan 3 porsi bumbu kecap) dan 4 porsi gulai kambing. Setelah menunggu kira2 10 menit….pesanan kami tiba. Hore….hore….hore…. Waktunya menyantap semua hidangan.
Waiting Makan2
Komentar dari semua yang menyantap adalah A+++++ untuk gulainya, dan A- untuk Sate kambingnya. Kata kakakku yang sudah sering berkeliling mencoba gulai di beberapa tempat, belum pernah menemukan gulai semantab ini. Untuk sate kambingnya masih kurang empuk, tapi lumayan enak juga. Menurutku keduanya (sate dan gulai) adalah masakan yang super muantab. Tempat ini bisa dijadikan rekomendasi tempat makan Sate dan Gulai Kambing, jika anda melakukan perjalanan di sekitar kota Pacitan. Pokoke puas skaleee…..
After
Setelah berjuang untuk menghabiskan seluruh pesanan kami, akhirnya seluruh makanan dan minuman yang terhidang di meja ludes semua. Lalu saya pergi ke kasir untuk meminta tagihan dari pesanan kami (6 porsi sate kambing, 4 porsi gulai, nasi putih 10 atau 11, dan minuman berupa es teh manis dan es jeruk sebanyak 7 gelas). Ternyata tagihannya sebesar 110ribu. Wooowww, murah skaleee. Untuk makanan sebanyak itu dan senikmat itu, harga 110ribu menurutku cukup murah. Jadi jangan lupa untuk menyempatkan mampir ke tempat ini. Oke?

Oktober 26, 2007 at 6:26 am 8 komentar

Kebenaran versus NgOTOT

Dalam perjalanan ke kantor kemarin, saya dengan tidak sengaja mendengar (berarti bukan menguping ya) pembicaraan antara dua orang ibu di BUS PATAS AC 52 jurusan Bekasi – Tanah Abang yang kebetulan duduk tepat di sebelah saya. Pembicaraan ini dimulai terjadi setelah kondektur menarik ongkos dari kedua orang tersebut.

Pembicaraannya adalah sebagai berikut (mohon maaf jika terjadi perubahan redaksional kalimat):

Ibu 1: Koq mahal ya? (yg dimaksud adalah ongkos) Kan cuma 5000.
Ibu 2: Itu mah dah lama Bu, mang dari dulu 5500
Ibu 1: Saya turun di karet (Sudirman) koq … (nada gak mau ngalah)
Ibu 2: Mungkin (PATAS AC) 17 (jurusan Bekasi – Dukuh Atas) kali Bu
Ibu 1: Bukan koq (dengan nada ngOTOT)
Ibu 2: Mungkin dia gak punya kembalian Bu (nyeraaahhh deh, biar selesai) n_n’

Huahahahaha…lucu juga dengar percakapan antara dua orang ibu itu. Karena memang sudah lama (lebih dari 7 bulan) tarif AC 52 adalah 5500 dan AC 17 5000. Dan ibu 1 begitu ngototnya klo dia bayar 5000, padahal dia kan gak sering naik BUS ini, karena klo sering dia pasti dah tau bahwa tarifnya 5500. Tapi dengan percaya dirinya dia mempertahankan argumennya. Sedangkan ibu 2 yang membawakan kebenaran kepada ibu 1 harus merelakan kebenarannya kalah dengan argumen ibu 1 yang salah, karena argumen tersebut disertai ngOTOT.

Jadi, kebenaran dapat dikalahkan dengan suatu argumen yang salah jika argumen tersebut disertai ngOTOT. Apakah anda setuju?

Oktober 26, 2007 at 6:13 am 12 komentar

Pemudik Tak Berperikemanusiaan

Mudik atau pulang ke kampung halaman pada saat lebaran merupakan merupakan impian hampir setiap orang di Indonesia. Karena sebagian besar masyarakat kita tinggal, besar, dan bekerja bukan di daerah asal mereka. Sehingga budaya mudik setiap lebaran banyak dilakukan oleh masyarakat kita untuk dapat bersilaturahim dengan para keluarga di daerah asal mereka. Buktinya setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) pemerintah sibuk melakukan beberapa persiapan untuk menangani arus mudik dan arus balik, kota-kota besar sunyi senyap karena ditinggalkan kurang lebih separuh warganya, aktivitas-aktivitas pekerjaan berhenti. Biasanya kejadian ini muncul antara H-7 dan H+7 lebaran.

Saat ini mudik dengan motor menjadi sebuah trend baru dalam dunia permudikan. Selain untuk mempercepat waktu tempuh (ketika macet, motor dapat selap-selip sehingga lebih cepat), menghindari berdesakan di sarana transportasi umum, mudik dengan cara ini juga lebih murah dalam segi biaya. Biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan sarana transportasi umum yang tarifnya sudah naik akibat tuslah. Selain memiliki keuntungan, mudik dengan motor pun memiliki resiko yang cukup besar. Dibandingkan mudik dengan mobil, bus, atau sarana transportasi lainnya, motor paling beresiko. Selain itu, ketika hujan, perjalanan menjadi sangat terganggu.
Pemudik Bermotor
Yang membuat saya tercengang adalah banyak pemudik yang menggunakan motor yang turut membawa anak-anak mereka. Mulai dari satu hingga tiga anak. Apalagi usia si anak ada yang berusia di bawah satu tahun. Saya benar-benar tidak tega melihat ini. Betapa tidak. Sang anak mesti menjadi korban dari sebuah keinginan orang tuanya. Sang orang tua pun tidak memikirkan resiko yang bakal diterima si anak mulai dari angin jalan, debu, asap, teriknya sinar matahari, dinginnya udara malam, hujan, dan resiko kecelakaan. Apa para pemudik tersebut tidak sayang terhadap anaknya? Tentu mereka sayang. Tapi mereka mengorbankan kepentingan anaknya demi kepentingan mereka. Menurut saya, cara mudik yang seperti inilah yang dapat dikatakan “Mudik Tak Berperikemanusiaan”. Namun “Mudik Tak Berperikemanusiaan” bukan hanya terjadi pada mudik yang menggunakan motor, hal ini pun terjadi pada jenis mudik lainnya selama usia anak masih belum cukup untuk diajak mudik.

Mudik memang bukan sesuatu yang salah, karena tujuannya pun baik (silaturahim dengan keluarga). Namun jika memaksakan diri tanpa mempertimbangkan beberapa hal yang cukup penting, maka hanya akan merugikan diri sendiri. Oleh karena itu, jika anda hendak mudik (mungkin tahun depan), pertimbangkan kembali jika hendak mengajak anak anda, apakah mereka sudah cukup besar dan kuat untuk diajak mudik. Karena jika kita hanya memikirkan kepentingan kita untuk mudik tanpa mempertimbangkan resiko yang akan diterima sang anak, maka kita tergolong “Pemudik Tak Berperikemanusiaan”.

Bagaimana menurut anda?

Oktober 25, 2007 at 6:10 am 9 komentar

Truk Coca-Cola Terguling

Sudirman – Sebuah truk yang memuat puluhan crate Coca-Cola terguling di ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta. Tepatnya di sekitar kilometer 15, dekat pintu Tol Bekasi Timur. Waktu kejadian masih belum diketahui, karena waktu saya melintas (sekitar pukul 6.45 WIB) di tempat kejadian, truk tersebut telah terguling dan sedang dilakukan evakuasi terhadap korban (awak truk maupun barang-barang).

Kejadian tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas Tol karena tempat kejadian adalah jalur paling kiri, yang merupakan bahu jalan Tol. Semoga tidak ada korban meninggal dunia. Dan ucapan turut berduka saya sampaikan atas terjadinya musibah ini.

Oktober 23, 2007 at 1:54 am 7 komentar

Menyongsong PILKADA Kota Bekasi

Pilkada Kota Bekasi

Bekasi, kota kelahiranku, saat ini sedang bersiap untuk membuka lembaran sejarah baru. Kota Bekasi akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Walikota) secara langsung pada awal tahun 2008, yaitu bulan Januari 2008. Kabupaten Bekasi yang merupakan tetangga terdekat Kotamadya Bekasi, sebelumnya telah sukses mengadakan PILKADA Kabupaten Bekasi secara langsung. Perbedaannya dengan Pemilihan Walikota Bekasi yang sebelumnya adalah pada mekanisme pemilihannya. Dahulu masyarakat memilih para wakil rakyatnya di DPRD pada saat PEMILU (Pemilihan Umum), lalu para wakil rakyat terpilih di DPRD Kota akan melakukan pemilihan Walikota. Berhubung Indonesia telah memasuki babak baru dalam demokrasi, masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih para pejabat pemerintahnya. Mulai dari Bupati, Walikota, Gubernur, hingga Presiden. Oleh karena itu, saat ini mekanisme pemilihan Walikota pun diubah ke pemilihan langsung melalui proses PILKADA.

Pemandangan Kota Bekasi beberapa waktu terakhir ini ramai dengan spanduk, poster, pamflet, hingga baliho tentang PILKADA. Ada yang memberikan informasi tentang penyelenggaraan PILKADA Kota Bekasi, Sosialisasi para Balon (Bakal Calon) Walikota oleh para tim suksesnya, dan lain sebagainya. Bentuk dan isinya pun bermacam-macam. Intinya, ini adalah gambaran kecil demokrasi di Kota Bekasi. Apakah hal ini melanggar? Apakah ini yang dinamakan curi start kampanye? Menurut saya, proses ini akan selalu dilalui dalam setiap PILKADA dan sangat wajar, apalagi masyarakat yang akan memilih secara langsung. Mereka harus kenal dengan para Balon Walikota, seperti apa rupa orangnya, bendera apa saja yang ada di belakangnya, apa yang disampaikan, deelel.
So….gak masalah.

Beberapa Balon Walikota Bekasi yang sudah banyak disosialisasikan oleh tim suksesnya antara lain, Ahmad Syaikhu, Mochtar Muhammad, Rahmat Effendi, dan Hans Muntahar. Ahmad Syaikhu adalah Balon yang diusung oleh PKS, Mochtar Muhammad berasal dari PDI-P dan mengaku mendapatkan dukungan dari beberapa partai selain PDI-P, Rahmat Effendi adalah Balon dari Partai Golkar. Sedangkan Hans Muntahar adalah Balon yang menurut beberapa spanduk adalah calon independen.

Seperti apa sepak terjang para Balon Walikota Bekasi, kita tunggu saja pada tulisan saya berikutnya. InsyaALLAH akan dibahas lebih mendalam.

Oktober 5, 2007 at 1:53 pm 38 komentar

Sebungkus Roti dan Sekotak Susu

Inilah kedua sahabatku yang setia menemani di waktu berbuka puasa. Berhubung tidak sempat berbuka di rumah, jadi terpaksa setiap harinya saya harus berbuka puasa di kantor. Meskipun suasananya tidak senikmat di rumah tetapi inilah realita keseharian yang harus dilalui.

Pengingat waktu berbuka pun bukan sebuah pesawat televisi seperti jika berbuka di rumah, tetapi teman-teman di YM list atau Radio FM di HP, karena ruangan ku tidak ada televisi. Ya iya lah, namanya juga ruang kerja bukan ruang TV. Jadi menu berbuka saya setiap harinya adalah:

Roti + Sekotak Susu + Komputer-komputer + Radio FM + Kesunyian = Berbuka Puasa

Tapi nikmat-nikmat aja. Karena salah satu kenikmatan orang yang puasa adalah ketika berbuka puasa. So what? Toh saya masih bisa berbuka puasa. ALHAMDULILLAH. Ya ALLAH, semoga dapat selalu ku syukuri nikmat-nikmatMu. Amiin.

Oktober 4, 2007 at 1:19 pm 9 komentar

Berburu Bebek Bakar

Malam itu kuhabiskan tenaga yang tersisa untuk menyusuri trotoar di sepanjang jalan Merdeka Bogor. Padahal sudah banyak tenaga yang kuhabiskan seharian ini, untuk kerja di kantor, perjalanan Jakarta-Bogor, deelel. Tapi berhubung sudah diniatkan dalam hati untuk makan malam dengan Bebek Bakar, ku relakan sisa tenaga ku untuk mencarinya ke sudut-sudut kemacetan malam itu. Malam itu jalan Merdeka dipadati kendaraan yang menyebabkan suasana lalu lintas semakin padat dan semrawut.

Masih ku berjalan bersama seorang teman yang kebetulan sedang ingin menyantap Bebek Bakar untuk hidangan makan malam. Jadi kondisi kita berdua sama-sama sedang ingin sekali bebek. Hampir di sepanjang jalan kulihat kain penutup warung yang bergambar bebek dan bertuliskan Bebek Bakar. Tapi setiap ku tanya ke penjualnya, mereka berkata “Maaf Mas, disini gak jual Bebek”. Capek degh….. Jelas-jelas mereka memajang gambar tersebut dan di kain itu pun tertulis Bebek Bakar, masa sih gak jualan. Mereka adalah orang-orang yang tidak konsisten. Mereka adalah penjual palsu, yang cuma pake kain yang sudah ada templatenya. Jadi meskipun mereka tidak menjual Bebek, mereka tetep aja pake spanduk itu.

Setelah tetap ngotot untuk mencari tukang Bebek Bakar Beneran, dan berjalan kira-kira 300 meter, akhirnya saya dan teman menyerah dan memutuskan untuk mengganti rencana awal kami, yaitu menyantap Bebek Bakar menjadi Sop Tulang. Ternyata nikmat juga menyantap Sop Tulang yang disajikan hangat-hangat ditengah dinginnya kota Bogor yang sedang diguyur hujan malam itu.

Diangkat dari kisah nyata ku dan seorang teman…

Oktober 3, 2007 at 12:33 pm 4 komentar

Dunia yang Serba Terbalik

Tidak tahu kenapa semua jadi terasa aneh. Mungkin tanda-tanda dunia mendekati akhir zaman, atau efek dari pemanasan global yang sudah mulai terjadi. Di kantor saya, suhu ruangan menjadi sangat dingin sekali. Apalagi di tempat saya biasa shalat, bisa dibilang sebagai sebuah mushala. Disana suhu ruangannya sangat ekstrim. Klo udah masuk ke ruangan itu, bawaannya mau langsung keluar aja. saya sering menggigil klo lagi ada di dalam mushala, karena dinginnya sampai menusuk ke dalam tulang. Brrrrr……

Tapi ada hal aneh lagi yang kutemui, berkebalikan dengan cerita saya di atas. Tentang PATAS AC yang seing saya naiki. Padahal namanya PATAS AC harusnya kan dingin. Ini malahan saya sampai banjir keringat setiap harinya. Peristiwa ini bukan satu atau dua kali saya alami, tapi sering. Saya juga tidak habis pikir kenapa bisa terjadi seperti itu. Mungkinkah di BIS tersebut banyak hawa-hawa jahat yang berkeliaran? Atau karena banyaknya konsumsi O2 yang menghasilkan CO2 yang membuat efek rumah kaca di dalam BIS? Atau apa lagi ya?

Ada yang tahu kenapa semua ini terjadi?

Oktober 2, 2007 at 5:55 am 6 komentar

Tulisan Lebih Lama


Bulan Ini

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Mas Ersis

  • Kejutan Hotel Mulia (2) : Mawang Simawang Mei 21, 2012
    Beberapa jam dengan orang-orang hebat, hal yang direnggut adalah belajar dari mereka, misalnya bagaimana  menyikapi sesuatu, dan mehaminya dengan tidak membeban. Dari cerita Tjoetjoe menyimak bagaimana Bang Mulya, Todung Mlya Lubis, dirudung ‘pematian’ profesinya sebagai pengacara dan ditanggapi biasa-biasa saja. Ketenangan berpikir yang dijuruskan kepada ha […]
    ewa
  • Kejutan Hotel Mulia (1) Mei 20, 2012
    Sahabat saya, Tjotjoe Sandjaya Hernanto, Dewan Penasehat Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), sejak pindah ke Jakarta, sekalipun jarang bertemu, dirasakan semakin dekat. Betapa tidak, begitu kuliah ke Bandung beberapa kali Tjotjoe mendatangi. Bagi ‘anak sekolah’ sungguh ‘pengobat’ kebosanan membaca dan mengerjakan paper menjinakkan rindu keluarga. Mendapatkan […]
    ewa
  • Menulis ‘Tour de Jatim’: 3.7 ‘Tour de Jatim’ : Perjalanan Sipiritual Mei 19, 2012
    Gerakan Indonesia Menulis dalam bingkai menyebarkan virus (ganas) menulis ala Ersis Writing Theory (EWT) yang digaungan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan,  mendapatkan tempat berpijak nasional pertama kali di Malang. Saya tidak mampu menjelaskan secara detail dalam artian, sebab bergulir begitu saja. Hanya Allah SWT yang tahu jawabannya. Persis, mengapa Bogo […]
    ewa
  • Menulis ‘Tour de Jatim’: 3.6 Erryk Kusbandhono: Si Raja Nonton Mei 18, 2012
    Kiranya saya mempunyai hobi yang sama dengan Erryk Kusbandhono, sama-sama suka menonton. Ketika remaja, apa saja film yang diputar di bioskop, ditonton. Hanya saja, Erryk kiranya sangat kepincut dengan film India. Kalau saya agak pilih-pilih menonton karya sineas Bollywood tersebut, misalnya nomor lawas seperti Nagin atau tayangan baru semisal My Name is Kha […]
    ewa
  • Menulis ‘Tour de Jatim’: 3.5 Irawati Syahriah: Si Galuh Banjar Mei 18, 2012
    Hujan yang mengguyur Malang tentu akan membasahi Irawati Syahriah sepulang bertemu saya di hotel Pelangi Malang sore itu, 5 Mei 2011. Sesama Urang Banua, apalagi istri saya orang Banjar, kami berbicara banyak. Masih terbayang mata sendunya bermanik-manik. Saya terpaksa ‘mengalihkan’ pembicaraan dengan menyemangati menulis. Alhamdulillah, sejak itu tulisannya […]
    ewa

RSS Planet Ilkomerz 39

  • Kaspar: 100_2094__ November 23, 2010
      In this recent years, fortune always come after me simultaneously. Not long enough that I’ve been promoted twice as a junior manager and senior manager within two concurrent fiscal years. As an IT senior manager in this organization, I was expected to bring more strategic things rather than operational. Nevertheless, I felt that this multitasking job […]
  • Mutia 2: envy them a lot!!! November 18, 2010
    Ya Allah....Cemburu rasanya! Amat sangat cemburu...When me?? When my turn?Ya Allah....I saw others, they have something in her tummy.... I envy them a lot!!Ya Allah, when my turn??
  • Tika: tiiikaaa November 16, 2010
    Bangun pagi hari ke-2 badan udah brasa nyeri2, huhuhu. Tapi jalan2 belum berakhir. Hari ini rencana mo ke Henderson Waves di Mount Faber Park dibatalin, diganti jalan2 ke Merlion n Esplanade yg asalnya direncanain pas Jumat malem tp ga jadi berhubung kemaleman. Dari hostel ke Raffles Place dulu nyari tourist pass bwt Danny, Ines n Abet. Ternyata oh ternyata […]
  • Mutia 2: Living in Jakarta? November 13, 2010
    ...Now... I'm in Senci for business trip, and I stand there, see all types of Jkt people..And I didn't like what I see..
  • Tika: tiiikaaa November 12, 2010
    Bangun pagi ngulet2 bentar, udah itu lgsg mandi. Setelah tadi malem kulit kering gara2 mandi air panas, pagi ini milih mandi pake air dingin aja. Lagian kamar mandi udh kaya ruang sauna gini *lebay. Oiya di hostel ini ternyata ada serombongan atlit rugby cewe Indonesia yg lagi ada pertandingan di negara ini. Baru tau juga kalo Indonesia ternyata punya atlit […]
  • it's me eden: eF November 11, 2010
    Bagi para pecinta indicator, mungkin ini sedikit tips untuk mempermudah membaca code dikemudian hari. Buat variable found/not found : D Found           S              1A   INZ('0') D NotFound        S              1A   INZ('1') Kemudian di kodingan bisa seperti ini : c     DISKEY        chain     T1KEN10LR                          96 c    […]
  • Fitri: vivie Oktober 27, 2010
    Cuma mau ngingetin aja, harap hati2 dengan penjual HP, BB, etc yg katanya murah meriah.. Ternyata penipuan..Harga yg dijual emang murah banget, setengah dari harga pasaran.. Tetapi oh tetapi, setelah uang kamu kirim, barang takkan sampai di tangan..
  • it's me eden: Change Themes Wordpress Oktober 19, 2010
    Ini pesanan dari Adi, saya coba jelaskan sesimpel mungkin untuk ganti-ganti tampilan di wordpress… Susah ngejelasinya pake tulisan… dibikin gambar ajah *klik di gambar untuk memperbesar gambar Filed under: iseng, sahabat, Uncategorized
  • Mutia 2: Women marry men hoping they will change. Men marry women hoping they will not. So each is inevitably disappointed Oktober 17, 2010
  • Mutia 2: Being A House Wife September 27, 2010

Kunjungan

  • 19,317

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.